Novel Di Bawah Lindungan Kabah Diadaptasi 2 kali

13 May 2015

Film ‘di bawah lidungan kaban’  yang dikeluarkan pada tahun 2011,  merupakan film yang diadaptasi dari novel karta Buya Hamka dengan judul yang sama. Film ini diproduseri oleh Dhamoo Punjabi dan Manoj Punjabi, pendiri sekaligus pemiliki MD Entertainment serta MD Picture.  Namun sebelumnya, novel ini sudah pernah diadaptasi pada tahun 1981.

Adaptasi Pertama Film Di Bawah Lindungan Kabah 1981

di bawah lindungan kabahSebelumnya novel ‘di bawah lidungan kaban’ yang diterbitkan pada tahun 1938 oleh Balai Pustaka, pernah diadaptasi menjadi film pada tahun 1981 dengan bantuan sutradara Asrul Sani.  Namun pada saat itu, judul yang digunakan sutradara Asrul Sani adalah Para Perintis Kemerdekaan. Lol kok bisa berbeda banget? Hal ini dikarenakan pada saat itu masih zaman order baru sehingga sutradara Asrul Sani memilih untuk tidak 100% mengikuti novel yang dibuat oleh Hamka. Film yang dibuat malahan menjadi saranan untuk menyampaikan kritik sosial kepada pemerintahan. Kritis sosial tersebut disisipkan dengan cerdik tanpa menghilangkan esensial cerita utama dari novel aslinya.

Adaptasi Ke-2 Film Di Bawah Lindungan Kabah 2011

Untuk adaptasi ke dua yang dipegang oleh MD Picture, Manoj Punjabi memilih Hanny R. Saputra sebagai sutradaranya. Siapa Hanny R. Saputra? Sutradara yang memulai debut awal film layar lebar dengan menyutradarai film ‘Virgin’. Film layar lebar debutnya berhasil melejitkan namanya seketika sehingga, Manoj Punjabi memandang Hanny sebagai orang yang mampu membuat film ‘di bawah lindungan kabah’.

Dengan mengandeng 2 penulis skenario, Armantono dan Titien Wattimena, sutradara Hanny berusaha mengangkat 100% cerita dari novel Hamka. Dikarenakan novel aslinya tipis (66 halaman), duo penulis skenario ini menambahkan beberapa konflik baru tanpa melenceng dari konflik utamanya yaitu dua insan yang tidak bisa dipersatukan. Agar nuansa Minangkabau bisa mirip dengan cerita novel, pihak sutradara membangun sebuah set megah Minangkabau tahun 1920 lengkap dengan kincir air khas sang sutradara. Dan tema besar dair film ini adalah romantis dan tragedi dimana dua sejolis yang saling mencintai hingga akhir hanyat, tidak bisa bersatu.


TAGS


-

Author

Follow Me