Penyebab Terjadinya Masalah Psikologi Anak

18 Sep 2015

Banyak yang bilang, bahwa masa anak-anak adalah masa yang paling indah. Alasannya, adalah karena anak-anak masih belum memiliki beban hidup dan hanya memikirkan cara untuk bersenang-senang. Anak belum dipusingkan dengan berbagai masalah yang berkaitan dengan ekonomi, bisnis, atu hal lainnya yang seringkali membuat orang dewasa merasa stres. Namun, benarkah seorang anak tidak mungkin mengalami stres atau depresi? Jika memang benar demikian, lalu mengapa banyak juga psikiater yang menangani masalah psikologi anak? Berikut ini adalah pembahasannya.

Meskipun terlihat kuat dan bebas dari beban masalah, namun sebenarnya masa anak-anak adalah masa yang cukup rentan terkena masalah psikologi. Misalnya saja seperti trauma, stres, atau depresi. Berbagai masalah psikologi ini, harus segera diatasi dengan cara yang tepat, karena bisa terbawa hingga anak telah dewasa. Namun, sebelum mencoba mengatasi masalah ini, ada baiknya jika kita terlebih dahulu mengetahui apa saja penyebabnya.

Korban Bully

korban bullySeorang anak yang menjadi korban bully, bisa mengalami masalah psikologi yang cukup berat. Apalagi, jika bully ini terjadi secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama. Anak yang mengalami bully akan menjadi tertekan, takut yang berlebihan dan stres. Bahkan, jika bully yang dilakukan berkaitan dengan fisik, maka dampak yang terjadi tidak hanya pada psikologi saja, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik anak. Namun sayangnya, banyak dari korban bully ini yang tidak menceritakan apa yang mereka alami pada orang dewasa. Sehingga, orangtua dan orang dewasa di sekitar anaklah yang harus lebih peka melihat perubahan sikap pada anak.

Saksi Kekerasan

Anak yang terbiasa melihat adegan kekerasan (baik dalam kenyataan di keluarga atau melalui media televisi), seringkali akan berdampak pada psikologinya yang membuatnya menjadi anak yang menyukai kekerasan. Anak-anak seperti inilah, yang biasanya menjadi pelaku pem-bully-an, dan justru merasa senang ketika melihat orang lain menderita.

Kecelakaan

Kecelakaan atau hal yang terjadi pada anak semasa kecil, bisa menyebabkannya mengalami trauma terhadap suatu hal yang terkait dengan kejadian tersebut. Misalnya saja, jika seorang anak pernah tenggelam, maka biasanya anak tersebut akan takut untuk berenang.

Tekanan

Anak yang mendapatkan tekanan terus menerus dari keluarga atau orang disekitarnya, bisa membuatnya stres atau depresi. Tekanan dari keluarga ini bisa berupa tuntutan yang berlebihan dari orangtua terhadap prestasi anak, atau bisa juga membanding-bandingkan anak dengan orang lain. (Yv)


TAGS psikologi anak


-

Author

Follow Me